Penjelasan Panitia ETMC XXXIV Ende Mengenai Kenaikan Harga Tiket
Ketua Panitia ETMC XXXIV Ende tahun 2025, Piter Mithe, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tiket babak semifinal dan final untuk kelas ekonomi dari Rp 20.000 menjadi Rp 50.000 sudah direncanakan sejak babak penyisihan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi panitia dalam memastikan keberlanjutan acara serta pengelolaan yang lebih baik.
Menurut Piter Mithe, kenaikan harga tiket tersebut memiliki beberapa alasan. Salah satunya adalah pengalaman dari tahun 2017, ketika Stadion Marilonga tidak mampu menampung jumlah penonton yang sangat banyak. Ia menyatakan bahwa pengalaman itu menjadi pelajaran penting bagi panitia untuk mengambil langkah-langkah pencegahan.
“Kita belajar dari pengalaman itu maka tidak ada cara lain, kalaupun untuk membatasi penonton yang masuk itu dengan harga tiket yang menurut saya sesuai dengan standar,” jelas Piter Mithe.
Meski demikian, keputusan lanjutan terkait harga tiket babak semifinal dan final masih menunggu keputusan resmi dari PSSI NTT. Ia juga menyebutkan bahwa empat tim yang lolos ke babak semifinal merasa keberatan dengan kenaikan harga tiket tersebut.
“Kita lihat perkembangan sampai besok, kalau animo masyarakat jauh dari harapan kita lihat dari PSSI NTT, pengambilan keputusan di mereka tapi di jadwal, besok akan tetap dilaksanakan pertandingan,” tambah Piter Mithe.
Tanggapan dari PSSI NTT dan Pemkab Ende
Sementara itu, Ketua PSSI Ende, Yadin Pua Rake, sebagai perpanjangan tangan dari PSSI NTT, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemkab Ende. Ia menjelaskan bahwa PSSI NTT keberatan dengan kenaikan harga tiket karena dianggap memberatkan masyarakat pecinta sepakbola.
“PSSI NTT meminta agar Pemkab Ende dan panitia pelaksana ETMC XXXIV Ende agar menurunkan harga tiket seperti sebelumnya,” ujar Yadin.
Dari hasil komunikasi dengan Bupati Ende, Yadin menyampaikan bahwa sudah ada sekitar 1000 lembar tiket terjual di Bajawa dan Mbay. Hal ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi semakin sulit.
“Perintah dari PSSI NTT setelah selesai MCM tadi bahwa ada tiga tim yang keberatan dengan harga tiket, dari PSN Ngada, Persena Nagekeo dan Persada SBD, Bajak Laut FC sepertinya abstain tapi komunikasi terakhir sepertinya Bajak Laut juga akan menolak,” jelas Yadin.
Kemungkinan Tindakan Jika Harga Tiket Tetap Naik
Yadin menyebutkan bahwa Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda tidak akan menurunkan harga tiket. Jika permintaan PSSI NTT tidak dipenuhi, kemungkinan besar pertandingan babak semifinal ETMC XXXIV Ende akan ditunda atau bahkan dipindahkan ke venue netral.
Hingga pagi ini, belum ada informasi resmi dari pihak Panpel terkait keputusan penurunan harga tiket. Namun, situasi ini terus diawasi oleh berbagai pihak, termasuk para pemangku kepentingan dan masyarakat penggemar sepak bola di wilayah Ende.














Komentar