oleh

Menelisik Fenomena ‘Spiritual Modern’: Mengapa Ilmu Pengasihan Tetap Relevan di Era Digital?

-Batam, Spiritual-16 Dilihat
banner 468x60

Sorot1.id — Di tengah gempuran teknologi, kecerdasan buatan, dan rasionalitas yang semakin tinggi, ada satu sisi kehidupan manusia yang tampaknya tidak pernah berubah: keinginan untuk dicintai, dihargai, dan memiliki karisma. Di Kota Batam, fenomena ini justru menemukan bentuk baru yang lebih adaptif melalui praktik spiritualitas yang dipimpin oleh Ki Jala Sutra.

Sebagai Dewan Sesepuh Spiritual Jalanan, Ki Jala Sutra mengamati pergeseran pola pikir masyarakat. Jika di masa lalu ilmu pengasihan sering diselimuti misteri dan ritual tertutup, kini pendekatannya lebih terbuka dan pragmatis.

banner 336x280

“Dunia berubah, maka cara orang mencari ketenangan dan daya tarik pun berubah. Sekarang orang menginginkan hasil yang nyata tanpa harus melalui proses yang rumit,” ujar pria yang dikenal dengan julukan Pangeran Pengasihan Raja Pemikat ini saat ditemui di kediamannya, Sabtu (31/5/2026).

Psikologi di Balik ‘Wasilah’ Bagi Ki Jala Sutra, stigma negatif mengenai praktik supranatural sering kali muncul karena kesalahpahaman fungsi.

Ia menegaskan bahwa benda-benda bertuah yang ia ritualkan bukanlah objek pemujaan, melainkan alat bantu atau wasilah.

Salah satu benda pusaka yang sudah diritualkan tokoh spiritual yang dikenal luas di Batam, Ki Jala Sutra atau yang akrab disapa Pangeran Pengasihan Raja Pemikat

“Banyak orang salah kaprah menganggap ini syirik. Padahal, secara energi, barang-barang ini adalah penghubung. Ibaratnya, jika Anda ingin menyalakan lampu, Anda butuh kabel. Kabel itu bukan sumber listriknya, tapi penghubungnya. Begitu juga benda bertuah, ia adalah jembatan bagi niat dan vibrasi seseorang agar lebih selaras dengan keinginannya,” jelasnya.

Metode “simple” yang ditawarkan Ki Jala Sutra pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat urban di Batam. Klien tidak perlu menjalani ritual yang memberatkan; cukup dengan sarana yang telah disesuaikan dengan kebutuhan—baik itu untuk memikat lawan jenis, meningkatkan aura kewibawaan, hingga kelancaran karier.

Membangun Versi Terbaik Diri Namun, di balik penggunaan benda bertuah, Ki Jala Sutra selalu menekankan pentingnya perubahan persepsi diri.

Ia percaya bahwa kekuatan terbesar tetap berada pada sugesti positif individu itu sendiri.

“Saat seseorang memegang benda yang ia yakini memiliki energi positif, secara tidak sadar mentalnya berubah. Dia jadi lebih percaya diri, bicaranya lebih mantap, dan pembawaannya lebih tenang. Perubahan perilaku inilah yang sebenarnya membuat orang lain terpesona. Inilah yang kita sebut sebagai self-fulfilling prophecy,” tuturnya.

Di tengah kerasnya tantangan hidup di Batam, mencari pegangan spiritual yang sifatnya suportif menjadi pilihan bagi banyak orang.

Ki Jala Sutra berharap bahwa apa yang dilakukannya dapat memberikan kemudahan bagi mereka yang sedang berjuang menemukan kepercayaan diri dalam hubungan interpersonal maupun profesional.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan konsultasi atau sekadar berdiskusi mengenai pengembangan diri melalui jalur spiritual, Ki Jala Sutra membuka pintu di Perumahan Villa Delta Blok N, No. 22, Tiban Baru, Sekupang, Batam.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui WhatsApp di 08117712342 atau melalui kanal media sosial resminya.

(*)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *