oleh

Cerita Dewi Gita Dicurigai Saat Garap Soundtrack Film Lastri: Arwah Kembang Desa

-Film-3 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, (SOROT1.ID) — Dewi Gita, penyanyi ternama Indonesia, berbagi kisah menarik tentang bagaimana ia akhirnya dipercaya untuk menciptakan lagu tema film horor Lastri: Arwah Kembang Desa. Film yang akan dirilis pada 16 Juli 2026 ini memiliki cerita unik di balik proses pembuatannya.

Proyek ini awalnya dimulai dari sebuah kebetulan. Produser film, Audy Bella, awalnya mencari suami Dewi Gita, Armand Maulana, untuk membuat soundtrack film tersebut. Namun, ternyata hal itu tidak berjalan seperti yang diharapkan.

banner 336x280

Dalam acara jumpa pers di Epicentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan, Dewi Gita bercerita bahwa ia awalnya tidak diberikan kepercayaan penuh oleh Bella. Meski mereka sudah lama bersahabat, Bella justru lebih memilih menghubungi Armand Maulana.

“Awalnya saya tidak dipercaya. Itu salah kalau dikatakan dipercaya, tapi justru tidak dipercaya. Jadi, kalau boleh saya ceritakan, dia cari suami saya, bukan saya,” ujar Dewi Gita sambil tertawa.

Selain itu, Bella juga menginginkan lagu dengan nuansa tradisional yang sesuai dengan atmosfer film. Dewi Gita menjelaskan bahwa suaminya tidak terlalu dekat dengan musik tradisional.

Ia juga menyampaikan bahwa Armand belum pernah menciptakan lagu khusus untuk film sebelumnya, meskipun beberapa lagu yang ia tulis pernah digunakan sebagai soundtrack.

Meski begitu, Dewi Gita tetap memberikan kesempatan kepada suaminya untuk mencoba.

Ia bahkan bertanya langsung kepada Bella apakah suaminya bisa melakukan itu.

Setelah berdiskusi dengan Armand, Dewi Gita akhirnya menghubungi Bella kembali dan menawarkan dirinya untuk membuat lagu tersebut karena suaminya tidak bersedia.

Ia meminta agar diberikan kesempatan terlebih dahulu.

“Kemudian aku bilang ke Bella, gimana kalau coba gua bikin dulu, dengar aja dulu. Kalau cocok pakai, kalau tidak cocok nggak apa-apa,” katanya.

Untuk memahami karakter cerita, Dewi Gita meminta sinopsis film Lastri: Arwah Kembang Desa. Setelah membacanya, ia merasa tersentuh dan berusaha menerjemahkan emosi tokoh utama, Lastri, ke dalam lirik dan melodi lagu yang ia ciptakan.

“Aku minta sinopsis filmnya. Terus aku baca, sedih banget ya. Saya berusaha untuk membawa emosi seorang Lastri di lagu saya ini,” ucapnya.

Namun, proses kreatif ini tidak berjalan singkat. Dewi Gita mengungkapkan butuh waktu lebih dari dua bulan untuk menemukan “roh” yang tepat agar lagu tersebut benar-benar merepresentasikan karakter Lastri.

“Sebulan dia telepon, ‘sudah jadi belum?’ ‘Belum,’ gua bilang. Itu ngebetot rohnya Lastri ke lagu saya tuh lama banget ya pencariannya. Dua bulan kemudian dia telepon lagi, ‘Udah belum, Teh? Sudah mepet nih.’ Susah banget untuk dapetin rohnya. Kalau sudah dapetin cepat, seminggu, dua minggu biasanya jalan.”

Setelah akhirnya menemukan konsep yang diinginkan, Dewi Gita menggarap lagu tersebut bersama partner musiknya yang berada di London, Zevan Susanto. Keduanya menyusun aransemen dari jarak jauh sebelum hasil akhirnya dikirim kepada pihak produksi.

“Setelah aku langsung kirim, katanya (tim produksi) langsung suka, Alhamdulillah. Baru setelah itu kita hitung-hitungan,” kata Dewi Gita. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *