oleh

Rupiah melemah terhadap dolar pagi ini, kenaikan terbatas

-Ekonomi-4 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, (SOROT1.ID) — Pada perdagangan pagi ini, Rabu (8/7/2026), nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang dihimpun, kurs rupiah dibuka melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen ke tingkat Rp17.987 per dolar AS. Sebelumnya, pada hari Selasa (7/7/2026), rupiah ditutup menguat 15 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.980 per dolar AS.

Dalam dua puluh menit perdagangan awal, kurs rupiah kembali melemah sebesar 15 poin atau 0,08 persen ke tingkat Rp17.995 per dolar AS. Menurut data dari Trading Economics, pada pukul 09.30 WIB, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,26 persen ke posisi Rp17.990,6 per dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih terasa meskipun ada indikasi kekuatan dari sisi cadangan devisa.

banner 336x280

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, rupiah memiliki peluang untuk menguat terbatas karena didukung oleh data cadangan devisa (cadev) yang dirilis Bank Indonesia (BI) kemarin. Posisi cadangan devisa per akhir Juni 2026 mencapai 144,9 miliar dolar AS. Angka tersebut tidak berubah dari posisi Mei 2026. Jika dirupiahkan, posisi cadangan devisa per akhir Juni 2026 adalah sebesar Rp2.606,61 triliun dengan kurs Rp17.989 per dolar AS.

Namun, meskipun adanya data positif dari cadangan devisa, rupiah masih dibayangi oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Hal ini memberikan tekanan terhadap mata uang negara-negara yang lebih rentan terhadap volatilitas pasar global.Lukman memprediksi bahwa kurs rupiah akan menguat hari ini. Meski begitu, ia melihat bahwa investor masih menantikan data indeks kepercayaan konsumen yang akan dirilis hari ini. Data tersebut dapat memengaruhi pergerakan kurs rupiah dalam jangka pendek.

“Range harga yang diprediksi adalah antara Rp17.950 hingga Rp18.050,” ujarnya.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar suatu mata uang. Di antaranya adalah:

  1. Kondisi ekonomi makro: Pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat pengangguran menjadi indikator penting bagi investor.
  2. Kebijakan moneter bank sentral: Suku bunga dan kebijakan likuiditas yang diterapkan oleh Bank Indonesia memengaruhi daya tarik rupiah terhadap investor asing.
  3. Perkembangan geopolitik: Ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah dapat memengaruhi arus modal dan minat investasi.
  4. Data ekspor-impor: Kinerja perdagangan luar negeri memengaruhi permintaan terhadap rupiah.
    Kondisi pasar keuangan global: Pergerakan mata uang lain seperti dolar AS dan euro juga berdampak pada rupiah.

Mata uang suatu negara bisa berubah setiap hari karena berbagai faktor. Beberapa alasan utama perubahan nilai tukar antara lain:

  1. Perubahan suku bunga: Jika suku bunga naik, nilai tukar cenderung menguat.
  2. Krisis politik atau ekonomi: Ketidakpastian dapat menyebabkan penurunan nilai tukar.
  3. Kenaikan permintaan terhadap mata uang: Jika ada peningkatan permintaan terhadap suatu mata uang, nilainya akan meningkat.
  4. Perubahan kondisi ekonomi dunia: Misalnya, kenaikan harga komoditas dapat memengaruhi nilai tukar negara yang mengandalkan ekspor.
  5. Kebijakan pemerintah: Kebijakan fiskal dan moneter yang stabil dapat mendukung kekuatan mata uang. (***)
banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *