JAKARTA, (SOROT1.ID) — Serangan jantung kerap datang secara tiba-tiba dan sering kali luput dari perhatian penderitanya. Padahal, mengenali tanda-tanda awal sangat krusial untuk mencegah risiko fatal.
Menurut dr. Alii Zaenal Abidin, Sp.JP, FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Kardiologi Emirates Indonesia, gejala awal gangguan jantung sangat beragam dan kerap membingungkan.
Beberapa tanda klinis yang perlu diwaspadai meliputi:
-
Nyeri Dada: Gejala paling khas yang dirasakan seperti ada beban berat menekan dada. Sensasinya ibarat menempatkan galon air 15 kg di atas dada.
-
Jantung Berdebar: Detak jantung terasa tidak teratur atau berdetak terlalu kencang (palpitasi).
-
Sesak Napas: Penderita merasa kesulitan untuk menarik napas secara lega dan nyaman.
-
Tubuh Membiru (Sianosis): Kondisi yang terjadi akibat penurunan drastis kadar oksigen dalam darah.
Gejala tersebut dapat muncul secara tiba-tiba maupun berkembang secara perlahan. Jika tanda-tanda ini terjadi, segera mencari pertolongan medis adalah langkah mutlak yang harus diambil.
Kesalahan yang paling sering terjadi di masyarakat adalah menyamakan nyeri dada akibat serangan jantung dengan gangguan pencernaan seperti maag atau GERD. Padahal, karakteristik rasa sakitnya memiliki perbedaan yang cukup jelas.
“Gejala yang paling sering adalah nyeri dada yang rasanya seperti ditekan benda berat, bisa dibayangkan seperti ada galon air 15 kg yang ditaruh di atas dada,” ujar dr. Alii dalam sebuah bincang kesehatan Tribun Health.
Sebaliknya, keluhan yang berasal dari penyakit lambung atau asam lambung biasanya memicu sensasi panas (burning sensation) di area dada atau rasa nyeri tajam seperti ditusuk-tusuk.
Memahami perbedaan ini sangat vital agar penanganan medis tidak keliru. Jika Anda merasakan sensasi dada tertekan beban berat disertai sesak napas atau berdebar, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan rekam jantung (EKG).
Langkah antisipasi terbaik adalah dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Hal ini mencakup menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi keharusan demi menekan risiko sedini mungkin. (Red)
Editor : Ramadhan




















Komentar