oleh

Gema Shalawat Mengguncang Batam Centre, Ribuan Jemaah Padati Kepri Bersalawat 3 di Masjid Agung Raja Hamidah

-Pemko Batam-16 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Gelombang kecintaan kepada Sang Creator dan Nabi Besar Muhammad SAW berpadu indah di jantung Kota Batam pada Minggu (2/8/2026) malam. Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru pulau Batam dan sekitarnya tumpah ruah memadati kawasan Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Centre, demi mengikuti malam puncak perhelatan akbar Kepri Bersalawat 3.

Mengusung tema yang membakar semangat nasionalisme religius, yakni “Malam Cinta Rasul dan Cinta Negeri”, acara akbar ini turut dihadiri secara langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Kehadiran para ulama, pemuka agama, tokoh masyarakat, serta magnet utama acara yaitu ulama sholawat kondang asal Solo, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, semakin menambah kekhidmatan suasana malam itu.

banner 336x280

Sejak Minggu sore menjelang magrib, denyut keramaian di sekitar Batam Centre sudah terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Arus kendaraan dan pejalan kaki tampak silih berganti memadati akses menuju Masjid Agung Raja Hamidah. Tak butuh waktu lama, ruang utama salat hingga pelataran luar masjid seketika berubah menjadi lautan manusia berbusana muslim serba putih.

Tingginya animo masyarakat ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan telah mendarah daging dan menjadi bagian penting dari identitas kultural warga Batam. Kehadiran jemaah dari berbagai latar belakang usia—mulai dari anak-anak, kaum muda, hingga orang tua—berkumpul menjadi satu dalam ikatan ukhuwah islamiyah yang erat.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang berdiri di tengah ribuan jemaah, menyampaikan rasa takjub dan apresiasi tertingginya atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut. Ia menilai, lautan manusia yang hadir memenuhi setiap jengkal area masjid adalah representasi hidup dari masyarakat Batam yang religius, damai, dan harmonis.

“Semangat kebersamaan dan kecintaan warga Batam terhadap syiar Islam sangat luar biasa. Kehadiran ribuan jemaah malam ini menjadi bukti betapa kuatnya nilai-nilai religius di kota yang kita cintai ini,” tutur Amsakar di hadapan para hadirin.

Amsakar juga menekankan bahwa energi positif yang lahir dari majelis-majelis zikir dan selawat semacam ini harus terus dirawat. Menurutnya, harmoni sosial dan keimanan yang kokoh merupakan modal utama yang sangat berharga dalam mengawal laju pembangunan Kota Batam menuju arah yang lebih maju dan berkah.

Suasana malam kian bergemuruh tatkala Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf naik ke atas panggung utama dan menyapa para jemaah. Ulama kharismatik yang akrab disapa Habib Syech ini mengaku sangat terkesan dan terharu melihat sambutan hangat serta ketertiban ribuan jemaah Batam yang hadir memenuhi lokasi acara.

Dalam pesan dakwah dan tausiyahnya, Habib Syech mengajak seluruh umat Muslim untuk menjadikan momentum Kepri Bersalawat ini sebagai sarana memperbanyak bacaan selawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Ia mengingatkan bahwa berselawat bukan sekadar ungkapan rindu kepada Rasulullah, melainkan jalan pembuka rahmat dan perekat persaudaraan sesama anak bangsa.

Menjelang ujung acara, suasana berubah menjadi amat khusyuk. Seluruh jemaah menengadahkan tangan mengikuti lantunan doa khidmat yang dipimpin langsung oleh Habib Syech. Doa dipanjatkan khusus memohon agar Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dan Republik Indonesia senantiasa dinaungi keberkahan, kedamaian, serta dijauhkan dari segala marabahaya. Tidak lupa, doa keselamatan juga disematkan bagi para pemimpin agar senantiasa diberikan kekuatan moral dan kebijaksanaan dalam memimpin masyarakat.

Kesuksesan Kepri Bersalawat 3 ini sekali lagi menegaskan posisi Kota Batam sebagai kota madani yang dinamis secara ekonomi namun tetap kokoh memegang nilai-nilai spiritual dan keagamaan. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *