oleh

Dari Lapangan ke Meja Pemerintah: Wali Kota Amsakar Achmad dan Legenda Timnas Bahas Cetak Biru Sepak Bola Batam

banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Suasana berbeda tampak di Kantor Wali Kota Batam pada Senin (24/8/2026). Ruang kerja orang nomor satu di Batam tersebut dipenuhi oleh deretan nama besar yang pernah menjadi kebanggaan Garuda di kancah internasional. Wali Kota Batam sekaligus Ketua PS Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung kunjungan silaturahmi rombongan Timnas Indonesia Legend.

Sederet legenda sepak bola tanah air hadir dalam pertemuan sarat kehangatan tersebut, di antaranya maestro lapangan tengah Rully Nere, winger lincah asal Papua Oktovianus Maniani, striker legendaris Rocky Putiray, serta dua nama besar lainnya yakni Azhari Rangkuti dan Patar Tambunan. Kehadiran para ikon sepak bola era masa lalu ini bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa misi penting untuk berbagi pengalaman demi kemajuan persepakbolaan di Kota Batam.

banner 336x280

Dalam diskusi hangat tersebut, Amsakar menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas kedatangan para legenda. Ia menilai, rekam jejak dan pengalaman para mantan pemain tim nasional dapat menjadi suntikan moral sekaligus peta jalan (roadmap) yang berharga bagi pembinaan talenta muda di Batam.

“Terima kasih atas kehadirannya. Ini menjadi sentuhan awal sebagai bentuk atensi pemerintah dalam pengembangan sepak bola di Batam,” ungkap Amsakar.

Sebagai nakhoda PS Batam, Amsakar memandang bahwa masa depan sepak bola daerah sangat bergantung pada keseriusan dalam menggarap pembinaan usia dini.

Ia mencontohkan bagaimana Batam telah membuktikan diri mampu melahirkan bakat-bakat jempolan yang menembus skuad Garuda, sebut saja penyerang tajam Ramadhan Sananta.

Namun, Amsakar tidak ingin keberhasilan tersebut lahir secara kebetulan.

Ia mematok target tegas agar ke depannya Batam secara konsisten mampu melahirkan bibit-bibit unggul baru.

“Kita harus melahirkan Ramadhan Sananta berikutnya dari Batam. Karena itu, pembinaan usia dini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Menurut Amsakar, mencetak atlet profesional bermental juara tidak cukup hanya dengan bakat alam. Diperlukan ekosistem penunjang yang solid, mulai dari peran aktif Sekolah Sepak Bola (SSB), dukungan penuh orang tua, kehadiran pelatih berlisensi, hingga ketersediaan kompetisi yang terjadwal rapi.

Pemerintah Kota Batam bersama PS Batam berkomitmen untuk mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat dan berkesinambungan. Amsakar mengusulkan agar turnamen kelompok umur dapat diselenggarakan secara rutin, baik setiap tiga bulan maupun enam bulan sekali.

Agenda kompetisi yang padat dan teratur diyakini tidak hanya mengasah jam terbang pemain muda, tetapi juga mendongkrak daya tarik daerah.

“Kita ingin membuat event-event yang bisa menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertanding, belajar, dan menunjukkan potensinya. Kalau dilakukan secara rutin, saya kira ini akan semakin meningkatkan potensi sport tourism Batam,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh para legenda Timnas Indonesia. Oktovianus Maniani, yang akrab disapa Okto, blak-blakan memuji potensi alamiah yang dimiliki oleh anak-anak muda di Batam dan Kepulauan Riau. Menurutnya, potensi tersebut melimpah, namun kerap terkendala oleh minimnya wadah kompetisi reguler yang bisa menjembatani mereka ke level profesional.

“Potensi pemain di Batam cukup besar. Yang dibutuhkan adalah wadah untuk pengembangan pemain. Ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung,” ujar Okto memberikan masukan konstruktif.

Pertemuan strategis ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus bersinergi memajukan olahraga sepak bola di Batam. Dengan sinergi antara pemerintah, legenda sepak bola nasional, serta para penggiat akar rumput, impian melihat lebih banyak pemain asal Batam berseragam Timnas Indonesia di masa depan kian terbuka lebar. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *