oleh

Wall Street Melonjak Usai Sinyal Turunnya Suku Bunga The Fed Akhir Tahun

-Berita-32 Dilihat
banner 468x60

Pergerakan Pasar Wall Street pada Jumat (21/11)

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan saham Jumat (21/11). Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Federal Reserve New York, John Williams, memberi sinyal bahwa The Fed akan segera menurunkan suku bunga. Selain itu, pernyataan tersebut juga dianggap sebagai tanda bahwa The Fed mulai menggeser kebijakan moneter ke arah yang lebih netral.

Dow Jones melonjak 493,15 poin atau 1,08% ke level 46.245,41. S&P 500 terangkat 0,98% ke posisi 6.602,99, dan Nasdaq Composite tumbuh 0,88% ke level 22.273,08. Pelaku pasar merespons positif terhadap sinyal The Fed yang mulai melonggarkan pendekatan agresif dalam kenaikan suku bunga. Harapan penurunan suku bunga federal funds tahun ini meningkatkan sentimen pasar karena dinilai dapat mengurangi tekanan dari kebijakan moneter ketat sebelumnya.

banner 336x280

Williams menyampaikan pernyataannya dalam pidato di Santiago, Chile. Ia menyebutkan bahwa menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlanjutan ekonomi menjadi prioritas utama. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk meningkatkan spekulasi pemotongan suku bunga untuk ketiga kalinya pada tahun 2025. Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemotongan seperempat poin kini melampaui 70%, melonjak dari proyeksi kurang dari 40% sehari sebelumnya.

Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga lebih rendah, seperti Home Depot, Starbucks, dan McDonald’s, memimpin reli pasar. Hal ini seiring harapan bahwa longgarnya kebijakan moneter dapat mengangkat kembali daya beli konsumen. Investor juga menilai pelonggaran kebijakan ini berpotensi menghidupkan ekonomi yang melambat dan menjaga momentum kenaikan valuasi saham teknologi yang saat ini berada pada level historis.

Pendiri sekaligus CEO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, menilai The Fed hampir pasti akan memangkas suku bunga, meskipun keputusan tersebut masih bergantung pada laporan tenaga kerja berikutnya. Ia menegaskan bahwa laporan tersebut harus cukup lemah untuk meyakinkan orang agar The Fed memotong suku bunga.

Sebelumnya, Dow sempat menguat lebih dari 700 poin pada Kamis setelah investor menyambut laporan keuangan kuartal ketiga Nvidia yang solid. Namun, reli tersebut memudar. Dow, S&P 500, dan Nasdaq Composite justru berakhir melemah menyusul kekhawatiran bahwa The Fed mungkin mempertahankan suku bunga pada pertemuan Desember. Saham Nvidia, yang menjadi favorit di sektor AI, ditutup anjlok lebih dari 3%.

Meski Wall Street rebound pada Jumat, ketiga indeks utama tetap terparkir di zona merah sepanjang pekan. S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun sekitar 2%, sementara Nasdaq terkoreksi lebih dalam sebesar 2,7%. Menanggapi tekanan pasar tersebut, Jay Hatfield menilai situasi saat ini sebagai koreksi musiman wajar setelah rilis laporan keuangan. Ia menyebut bagian pasar yang mengalami valuasi berlebihan kini tengah tersaring.

Koreksi serupa juga terjadi di pasar kripto. Bitcoin turun lebih dari 2% pada perdagangan Jumat dan mencatat penurunan hampir 11% selama sepekan. Bahkan, harga kripto ini merosot ke level terendah sejak April akibat investor menarik diri dari aset berisiko.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *