oleh

Pendar Harapan di Hari Waisak: 15 Warga Binaan Lapas Batam Terima Kado Remisi

-Batam, Lapas-6 Dilihat
banner 468x60

Sorot1.id — Perayaan Waisak 2570 BE tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam membawa makna istimewa bagi 15 warga binaan. Di tengah jeruji besi, mereka mendapatkan “kado” berupa Remisi Khusus (RK) sebagai buah dari kedisiplinan dan perubahan perilaku yang ditunjukkan selama menjalani masa hukuman.

Penyerahan remisi ini bukan sekadar prosedur administratif rutin, melainkan sebuah refleksi dari proses transformasi diri.

banner 336x280

Di Lapas Batam, pembinaan kepribadian menjadi fondasi utama agar warga binaan dapat kembali diterima di masyarakat sebagai individu yang lebih utuh.

Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, menegaskan bahwa pemberian remisi adalah bentuk komitmen negara untuk mengapresiasi setiap langkah kecil menuju kebaikan. Menurutnya, menjadi warga binaan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik balik untuk melakukan reorientasi hidup.

“Remisi ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dan memperhatikan perkembangan warga binaan. Jika mereka bersungguh-sungguh mengikuti program pembinaan, negara akan memberikan apresiasi. Ini bukan tentang berapa lama masa hukuman yang berkurang, tapi tentang kesadaran mereka untuk menapaki jalan yang benar,” ujar Yosafat dalam keterangannya.

Bagi para penerima remisi, momen ini memberikan semangat baru. Selama berada di dalam Lapas, mereka tidak hanya menjalankan masa pidana, tetapi aktif mengikuti berbagai program—mulai dari ibadah rutin, pelatihan keterampilan, hingga konseling kepribadian.

Proses pembinaan yang humanis di Lapas Batam diharapkan mampu memutus mata rantai perilaku menyimpang. Yosafat berharap, remisi yang diterima tahun ini menjadi suntikan motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus berkontribusi positif.

“Saya berpesan agar mereka yang menerima remisi hari ini tidak berpuas diri. Teruslah berbenah, jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga agar saat menghirup udara bebas nanti, mereka telah siap menjadi pribadi yang produktif dan membawa nilai positif bagi keluarga serta lingkungan,” tambahnya.

Peringatan Waisak tahun ini di Lapas Batam diakhiri dengan suasana yang hangat. Kepala Lapas bersama jajaran memberikan apresiasi khusus bagi warga binaan yang merayakan, sekaligus menyebarkan semangat kasih sayang yang menjadi inti ajaran Waisak.

“Selamat Hari Raya Waisak untuk seluruh umat Buddha. Semoga semangat kedamaian, kesabaran, dan ketenangan pikiran yang diajarkan oleh Sang Buddha senantiasa membimbing kita dalam menjalani kehidupan yang penuh berkah, termasuk bagi seluruh warga binaan di sini,” pungkas Yosafat.

Kehadiran program remisi ini membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan saat ini telah bertransformasi menjadi tempat pendidikan, bukan sekadar tempat penghukuman. Dengan pendekatan yang tepat, pendar harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi warga binaan di Batam tetap terjaga. (*)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *