oleh

Sinergi Membangun Batam: Wali Kota Amsakar Kukuhkan Panglima Sambang Gagak Hitam

-Pemko Batam-18 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Roda kepemimpinan dan konsolidasi organisasi kemasyarakatan di Kota Batam kembali diperkuat. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi mengukuhkan dan melantik jajaran pengurus Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam (Gerakan Gabungan Anak Kepulauan–Hidup Indah Tegaknya Adat dan Marwah) sebagai Panglima Sambang Kota Batam. Prosesi khidmat ini bertempat di Hotel Vanilla, Batam, pada Jumat (31/7/2026).

Kehadiran unsur pimpinan daerah dalam pelantikan ini menegaskan komitmen kuat Pemko Batam untuk merangkul seluruh elemen kultural, paguyuban, dan organisasi kemasyarakatan dalam merajut harmoni sosial di tengah kota industri yang terus berkembang pesat.

banner 336x280

Digelar dengan nuansa kebudayaan yang kental, rangkaian acara pelantikan berlangsung khidmat disaksikan oleh para tokoh adat, tamu undangan, dan ratusan anggota organisasi.

Agenda inti diawali dengan penyerahan bendera pataka dari pimpinan pusat kepada Panglima Sambang Kota Batam yang baru, Rikayasa bergelar Datuk Panglima Hitam. Penyerahan pataka ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penyerahan estafet kepemimpinan, panji kehormatan, serta beban moral untuk membawa organisasi berjalan pada jalur yang maslahat bagi masyarakat.

Sebagai tradisi luhur masyarakat Melayu, prosesi dilanjutkan dengan ritual tepung tawar. Ritual ini diiringi doa bersama agar pemimpin yang baru beserta seluruh jajarannya diberikan kekuatan lahir batin, kesehatan, keteguhan prinsip, serta kebijaksanaan dalam mengemban amanah sosial dan kultural di tanah Batam.

Dalam arahannya di hadapan para pengurus dan kader Gagak Hitam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menilai bahwa organisasi adat memiliki posisi yang sangat vital dalam menjaga stabilitas sosial di kota yang heterogen seperti Batam.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat atas amanah yang telah diberikan. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan yang baru ini, Gagak Hitam semakin maju, semakin solid, dan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tutur Amsakar.

Amsakar memaparkan bahwa Batam saat ini bertumbuh menjadi episentrum investasi, perdagangan, dan industri berskala regional maupun internasional. Laju urbanisasi dan dinamika ekonomi yang tinggi ini tentu membawa tantangan tersendiri terhadap kohesi sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran organisasi kemasyarakatan dan adat sangat dibutuhkan untuk menjadi penyejuk sekaligus pilar penjaga kedamaian.

  • Perekat Kemajemukan: Menyatukan berbagai latar belakang masyarakat agar tetap hidup rukun berdampingan.

  • Mitra Strategis Pemerintah: Berjalan beriringan mengawal program pembangunan agar sejalan dengan kepentingan masyarakat luas.

  • Penjaga Marwah Lokal: Memastikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap lestari di tengah arus modernisasi.

“Idealnya organisasi seperti ini menjadi penyejuk yang mampu membangun sinergi. Mari bergerak bersama menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mengambil bagian dalam mendukung pembangunan agar Batam semakin maju, nyaman, dan harmonis,” tegas Amsakar.

Ia menambahkan bahwa fondasi pembangunan Batam tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik semata, melainkan juga pada kekuatan mental, budaya, dan semangat gotong royong warganya.

Menanggapi amanah tersebut, Panglima Sambang Kota Batam yang baru dikukuhkan, Rikayasa bergelar Datuk Panglima Hitam, menyatakan kesiapannya untuk membawa Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam bergerak proaktif dalam melayani masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah.

“Ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kami untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Kepercayaan ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya demi menjaga marwah organisasi dan memberikan manfaat bagi daerah,” ungkap Rikayasa dengan penuh penekanan.

Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Gagak Hitam berkomitmen untuk bertransformasi menjadi organisasi yang solutif. Pihaknya tidak ingin organisasi adat hanya menjadi penonton, melainkan hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di Kota Batam.

  • Peneduh Umat: Menghadirkan rasa aman dan kedamaian di tengah dinamika masyarakat Batam yang majemuk.

  • Mitra Kolaboratif: Siap bersinergi dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Batam dalam menjaga ketertiban umum serta kondusivitas wilayah.

  • Penjaga Marwah: Menjunjung tinggi kehormatan organisasi melalui aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi, menjadi peneduh bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan semangat kebersamaan di Kota Batam,” pungkasnya.

Pelantikan Panglima Sambang Kota Batam ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan elemen kultural merupakan kunci utama dalam merawat stabilitas daerah. Dengan sinergi yang terbangun antara Pemko Batam dan Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam, diharapkan seluruh agenda pembangunan, investasi, dan pelayanan publik dapat berjalan lancar dalam suasana yang aman, damai, dan sarat nilai kebersamaan. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *