oleh

Mengapa Kamera IMAX Jarang Dipakai di Film?

-Film-4 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, (SOROT1.ID) — Film The Odyssey karya Christopher Nolan yang dirilis pada tahun 2026 telah mencatatkan keberhasilan luar biasa di box office dunia. Selain sukses secara komersial, film ini juga menjadi topik pembicaraan hangat sejak pertama kali tayang. Dengan CinemaScore A, The Odyssey diprediksi akan menjadi salah satu film blockbuster terbesar Nolan dalam sejarah.

Christopher Nolan adalah sutradara yang sangat berpengaruh di dunia perfilman. Setiap film yang ia buat selalu menunjukkan kesuksesan baik secara finansial maupun penghargaan.

banner 336x280

Setelah membangun basis penggemar lewat trilogi film Batman, Nolan dikenal sebagai sosok yang senang mengambil risiko.

Ia memiliki bakat sastra yang mirip dengan sutradara legendaris David Lean, yang dikenal melalui drama-drama spektakuler seperti The Bridge on the River Kwai (1957) dan Lawrence of Arabia (1962).

Penggunaan kamera IMAX 70mm tidak bisa dilakukan oleh sembarang sutradara. Banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk biaya yang besar dan suara yang bising. Hal ini membuat banyak sutradara berbakat hanya mencoba-coba menggunakan kamera tersebut, bukan menggunakannya secara penuh.

Biaya Produksi yang Mahal Dalam sebuah artikel terbaru, sumber dari IMAX mengungkap bahwa biaya untuk memfilmkan seluruh film menggunakan kamera IMAX 70mm sangat besar. Anggaran film The Odyssey mencapai 250 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,52 triliun.

Selain itu, Nolan menghadapi masalah dengan suara yang bising dari kamera tersebut. Baginya, suara kamera ini terdengar seperti mesin pemotong rumput. Meski demikian, ia dan IMAX memiliki cara kreatif untuk mengurangi kebisingan tersebut. Namun, hal ini tetap mengganggu para aktornya, seperti Matt Damon, yang harus menyamakan suaranya seperti mesin pengolah makanan yang berada di dekat wajahnya.

Sutradara Pertama yang Menggunakan Kamera IMAX 70mm Secara Penuh Sejauh ini, belum ada sutradara lain yang berani mengatasi tantangan pengambilan gambar dengan kamera IMAX 70mm. Hal ini bisa dimengerti mengingat kebisingan dan kesulitan dalam mengoperasikan kamera tersebut.

Namun, Ryan Coogler dan Denis Villeneuve berhasil menggunakan kamera IMAX 70mm dalam film mereka, Sinners dan Dune. Sayangnya, mereka hanya menggunakan kamera tersebut sebagian saja. Villeneuve lebih memilih kamera IMAX digital untuk film Dune, sehingga kamu bisa menikmati Dune: Part Three dalam format IMAX digital. Ada juga sutradara yang mengambil gambar film untuk ditingkatkan skalanya ke IMAX. Tapi, satu-satunya sutradara yang sepenuhnya menggunakan kamera IMAX 70mm untuk seluruh produksi adalah Christopher Nolan.

Selera yang Sama dengan David Lean Christopher Nolan memiliki selera yang sama dengan David Lean, seorang sutradara legendaris. Contohnya, saat Lean memfilmkan Lawrence of Arabia dengan kamera Super Panavision 70mm, film ini menciptakan pengalaman yang luar biasa ketika ditonton di bioskop.

Nolan pun melakukan hal serupa, namun kali ini ia memilih kamera IMAX 70mm. Kamera-kamera ini menawarkan pengalaman mendalam, kejernihan, dan tekstur yang tidak tertandingi. Meskipun begitu, sebagian besar sutradara saat ini tidak memiliki keberanian untuk bermain di bidang yang langka ini.

Para sutradara senior seperti Steven Spielberg, Martin Scorsese, dan Francis Ford Coppola juga tidak memiliki energi dan usaha yang cukup untuk menandingi dinamika visual ini. Christopher Nolan memang layak diacungi jempol. Sudahkah kamu menonton film The Odyssey?. (Red)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *