BATAM, (SOROT1.ID) — Menghadapi ancaman nyata sindikat narkotika internasional yang kerap memanfaatkan wilayah perairan nusantara, Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau terus memperketat strategi pengamanan. Dengan topografi wilayah yang didominasi lautan luas, upaya pencegahan penyelundupan barang haram ini menuntut kolaborasi lintas sektoral yang solid.
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, menegaskan bahwa luasnya cakupan teritorial Kepulauan Riau menjadi tantangan tersendiri yang tidak mungkin dihadapi oleh institusi kepolisian sendirian.
“Tadi yang saya sampaikan, luas wilayah Kepulauan Riau itu 98 persennya adalah laut, sedangkan daratannya hanya sekitar 2 persen. Karena itu, kami dari kepolisian tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Irjen Pol. Asep Safrudin.
Waspadai Modus Ship-to-Ship dan Ancaman bagi Warga Pesisir
Asep mengatakan, letak geografis Kepri yang sangat strategis dan berbatasan langsung dengan jalur laut internasional membuat wilayah ini sangat rentan disalahgunakan oleh jaringan gelap. Modus operandi yang sering digunakan para pelaku di antaranya adalah sistem ship-to-ship—yakni pemindahan atau pelemparan muatan narkotika dari kapal kargo besar ke kapal-kapal kecil di tengah laut.
Kapal-kapal penyelundup berukuran kecil inilah yang kerap mengelabui petugas untuk menyelundupkan barang ke daratan, dengan risiko terseretnya warga lokal sebagai kurir bayaran. Oleh karena itu, Kapolda secara khusus mengimbau masyarakat pesisir agar senantiasa waspada dan tidak mudah tergiur bujuk rayu sindikat.
“Termasuk saya selalu menyampaikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat pesisir, jangan sampai mereka dimanfaatkan atau direkrut untuk menjadi kurir narkotika,” tegasnya.
Kolaborasi Domestik hingga Jalin Kerja Sama dengan Polis Johor
Guna mempersempit ruang gerak bandar narkoba, Polda Kepri terus merajut sinergi kokoh bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Kepri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, hingga jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pengawasan ketat juga dioptimalkan tidak hanya di pelabuhan-pelabuhan tikus perairan, tetapi juga di pelabuhan resmi pintu masuk orang dan barang.
Tidak berhenti di tingkat domestik, langkah strategis turut diperluas ke kancah regional. Polda Kepri aktif memperkuat kerja sama bilateral dengan aparat penegak hukum negeri jiran, yakni kepolisian Johor, Malaysia (Polis Johor). Langkah diplomasi dan pertukaran informasi intelijen ini krusial mengingat tingginya mobilitas lintas batas negara di kawasan Selat Malaka.
Rekam Jejak Ketegasan di Jalur Laut
Komitmen perang terhadap narkoba ini dibuktikan melalui serangkaian pengungkapan besar di wilayah hukum Polda Kepri. Selain sukses membongkar sindikat internasional dengan barang bukti masif di perairan Anambas baru-baru ini, aparat gabungan sebelumnya juga pernah menggagalkan penyelundupan fantastis 2,6 ton sabu cair dari kapal asing MV Ocean Porter berbendera Tanzania pada Agustus 2026.
Melalui penguatan patroli laut, sinergi multi-instansi, serta menggandeng peran aktif masyarakat dan media massa, Polda Kepri bertekad menutup rapat seluruh celah yang berpotensi dijadikan rute masuk peredaran gelap narkotika demi melindungi generasi muda Indonesia. (Zul)
Editor : Ramadhan



















Komentar