BATAM, (SOROT1.ID) — Kualitas udara di Kota Batam berada dalam kondisi memprihatinkan akibat keterpaparan kabut asap. Data terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melonjak hingga angka 158 pada Kamis (15/10/2026) pagi, yang mengategorikan kualitas udara berada pada level Tidak Sehat.
Guna meminimalkan dampak gangguan kesehatan mata serta serangan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada warga, Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan aksi pembagian masker secara masif.
Aksi tanggap darurat yang berpusat di Bundaran BP Batam tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Eskalasi Lonjakan Polutan Udara Pagi Hari
Pemantauan berkala yang dilakukan oleh Tim Pemantau DLH Kota Batam memperlihatkan tren peningkatan polutan udara yang sangat signifikan sejak pagi hari:
-
Pukul 06.00 WIB: ISPU berada di angka 145 (Kategori Tidak Sehat)
-
Pukul 07.00 WIB: ISPU naik ke angka 146
-
Pukul 08.00 WIB: ISPU melonjak hingga puncak 158
Melihat tren peningkatan yang berisiko bagi kesehatan masyarakat, Li Claudia Chandra yang berada di lokasi langsung mengimbau para pengendara dan pekerja luar ruangan untuk membiasakan penggunaan masker standar medis.
“Kondisi udara yang tidak sehat ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari kita semua. Kami mengimbau warga agar senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan sebisa mungkin mengurangi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak,” imbau Li Claudia Chandra, Kamis (15/10/2026).
Langkah Perlindungan Anak Sekolah & Imbauan Lingkungan
Selain membagikan masker di jalan raya, Pemko Batam juga menerbitkan instruksi penyesuaian kegiatan belajar-mengajar bagi sekolah-sekolah di Kota Batam melalui skema Belajar dari Rumah (BDR) untuk tingkat SD dan SMP.
Pihaknya berharap agar fenomena kabut asap dapat segera menyusut seiring dengan potensi hujan dan koordinasi penanganan kebakaran lahan regional, sehingga aktivitas ekonomi serta pendidikan warga Batam kembali normal. (*)













