oleh

Ojol Lansia Antre BBM Berjam-jam di Sumut, Tak Bisa Terima Pesanan

banner 468x60



PEMATANGSIANTAR – Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi pemandangan umum di sepanjang jalan lintas Sumatera Utara, pada Selasa (2/12/2025). Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi akibat gangguan distribusi karena bencana banjir dan longsor telah berdampak langsung pada masyarakat yang bergantung pada bensin untuk kebutuhan harian.

Salah satu warga yang mengalami kesulitan adalah Rajimin (70), seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Siantar Martoba. Ia harus menunggu berjam-jam di antrean SPBU hanya untuk mengisi bensin motornya. “Aku tahu sudah tiga hari begini, antre jam-jam,” ujar Rajimin saat ditemui di lokasi, Selasa malam.

banner 336x280

Ia mengaku sudah mengantre hampir satu jam, setelah sebelumnya gagal mengisi bensin pada siang hari karena stok habis. “Tadi siang aku dari sini enggak bisa, habis. Inilah baru. Sudah lebihlah satu jam (mengantre), bisa-bisa dua jam ini antrean,” kata Rajimin.

Bagi Rajimin yang bekerja siang malam untuk mencari nafkah, waktu yang terbuang sia-sia di antrean menjadi kerugian besar. “Kalau semalam itu aku ngisi tengah malam, setengah jam sudah dapat. Ini paling parah, di mana-mana sudah habis soalnya,” ujarnya.

Terpaksa Menolak Orderan

Waktu yang terbuang saat mengantre bahkan memaksa Rajimin untuk menolak orderan penumpang yang masuk. Keputusan ini membuat penghasilannya terhambat. “Ya, hilanglah (orderan), kan orang itu kan yang main telepon lah, aku bilang, ‘Enggak ada minyak.’ Sabar lah. Kalau mau sabar, tolong, kalau enggak, ambil ojek yang lain,” tuturnya.

Rajimin mengakui bahwa ia tidak ingin menolak orderan, tetapi kekhawatiran akan mogoknya motor di tengah jalan membuatnya ragu membawa penumpang jauh. “Takut kami jalan jauh-jauh, kan? Mogok di jalan? Jadi makanya inilah, enggak berani jauh bawa sewa,” katanya.

Menurut Rajimin, kondisi serupa juga dialami oleh pengemudi ojol lainnya di Sumatera Utara. Baik di Pematangsiantar maupun Kota Medan, pasokan BBM tetap langka.

Warga Mengeluhkan Harga BBM Eceran

Selain antrean panjang, harga BBM eceran juga meroket, membuat warga resah. Adi, seorang warga lain, mengatakan bahwa pedagang memanfaatkan situasi dengan menjual Pertamax dengan harga Rp 30.000 per liter. “Ada yang menjual Pertamax Rp 30.000. Jadi, ajang-ajang mumpung lah jadinya dibikin pedagang-pedagang,” ujarnya.

Adi mengaku telah menghabiskan waktu hingga enam jam untuk mendapatkan BBM bagi mobil dan motornya. “Sudah ada sekitar seminggu lah (kelangkaan BBM). Sudah ada sekitar 6 jam lah ini saya antre, Bang. Dari jam 3 sore sampai jam 9 malam,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kepanikan akan kehabisan BBM membuat warga rela antre sejak sore hingga malam hari. Bahkan, ia langsung mengisi bensin untuk mobil dan motornya, karena antrean di sore hari dinilai lebih longgar dibanding pagi hari. “Jadi awal tadi sore mengisi dulu buat mobil, lalu setelah dapat, langsung tukar isi motor. Biar gampang kalau mau kerja dan antar anak sekolah,” ucapnya.

Penyebab Kelangkaan BBM

Kapolsek Siantar Martoba, AKP Martua Manik, menyampaikan bahwa antrean panjang ini telah terjadi sejak empat hari lalu. “Sekitar empat hari, ya. Sejak terjadi banjir, setiap hari antrean terus,” ujarnya.

Menurut dia, penyebab utama kelangkaan BBM adalah gangguan distribusi akibat bencana. “Beberapa truk tangki mereka (Pertamina) yang ke Aceh atau ke luar kota tidak bisa kembali dengan cepat, karena terkendali di jalan terkait dengan banjir kemarin, sehingga terjadi kendala keterlambatan pendistribusian,” katanya.

Hal ini menyebabkan banyak SPBU kehabisan stok, terutama Pertalite. “Banyak, di semua, hampir seluruh kota Siantar ini, bahkan Medan juga. Di dalam (perkampungan) itu banyak yang tutup, habis, jadi antrenya di sini,” ujarnya.

Harapan Warga

Meskipun demikian, warga berharap situasi segera pulih. Rajimin meminta pemerintah memperhatikan pasokan agar kondisi kembali normal. “Ya, mudah-mudahanlah normal seperti biasa. Jangan seperti susah gini, semua masyarakat itu, kan? Semoga ada lagi stoknya,” ujarnya.

Sementara itu, Adi menekankan bahwa BBM adalah kebutuhan yang mereka beli, bukan permintaan gratis. “Padahal kita kan beli minyaknya, bukannya kita minta-minta gratis minyak ini, beli kami,” tuturnya.

Solusi dari Pertamina

Region Manager Retail Sales Pertamina Sumbagut I, Gusti Bagus Suteja, sebelumnya menyampaikan bahwa antrean pengisian BBM di SPBU terjadi karena adanya keterlambatan pendistribusian BBM akibat banjir di Sumatera. Namun, situasinya kini sudah terkendali dan stok BBM di Sumut dipastikan aman.

“Stok BBM dan LPG sangat cukup, posisi stok kita cukup, sangat aman, kita ketahui dengan cuaca buruk kemarin ada sedikit gangguan dengan jalur distribusi kita, dan sekarang penyaluran ke SPBU sudah berjalan normal kembali, jadi konsumen tidak perlu khawatir,” ujar Gusti Bagus di Posko Tim Tanggap Darurat Bencana Sumut di Jalan AH Nasution, Medan, Minggu (30/11/2025).

Untuk memberikan pelayanan maksimal, Pertamina membuka SPBU selama 24 jam. Pada tahap awal, prioritas pelayanan difokuskan di Kota Medan, sehingga diharapkan antrean pembelian BBM yang sempat terjadi dapat berangsur normal.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *