oleh

Awas Risiko Kambuh, Ini Deretan Kebiasaan Penting untuk Mencegah Batu Ginjal Usai Operasi

-Kesehatan-5 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, (SOROT1.ID) — Tindakan medis untuk mengeluarkan batu saluran kemih kerap dianggap sebagai akhir dari masalah kesehatan pasien. Padahal, anggapan tersebut keliru. Tantangan terbesar yang justru harus dihadapi setelah operasi adalah risiko kekambuhan apabila faktor pemicu pembentukan batu tidak ditangani secara tuntas.

Menurut Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, FICS, pengobatan batu saluran kemih tidak hanya berfokus pada penghilangan batu yang ada di dalam tubuh, tetapi juga mencari akar penyebab agar batu tidak terbentuk kembali di kemudian hari.

banner 336x280

Faktor Pemicu dan Komplikasi Serius

Batu saluran kemih terbentuk akibat adanya endapan mineral di ginjal maupun saluran kemih. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan metabolisme, kurangnya asupan cairan, pola makan yang tidak sehat, infeksi, hingga faktor genetik. Risiko ini bahkan jauh lebih tinggi pada individu dengan obesitas, gaya hidup yang kurang aktif (sedentary lifestyle), serta mereka yang tinggal di wilayah beriklim panas.

Dampak dari penyakit ini pun tidak boleh diremehkan. Selain memicu nyeri pinggang hebat yang menjalar hingga ke selangkangan, sumbatan saluran kemih dapat berujung pada infeksi, penurunan fungsi ginjal, hingga risiko gagal ginjal kronis jika dibiarkan tanpa penanganan.

Pilihan Terpenuhi dan Teknologi Minim Invasif

Penanganan batu saluran kemih kini semakin berkembang dan disesuaikan dengan ukuran serta lokasi batu. Apabila ukuran batu masih tergolong kecil, dokter biasanya akan meresepkan obat khusus untuk membantu meluruhkan batu secara alami.

Namun, untuk batu yang berukuran besar, memicu sumbatan, atau berisiko merusak ginjal, diperlukan tindakan aktif. Saat ini telah tersedia beragam teknologi terapi minim invasif, di antaranya:

  • Shock Wave Lithotripsy (ESWL): Pemecahan batu menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh tanpa sayatan.

  • Tindakan Endoskopi: Prosedur melalui saluran kemih menggunakan teknologi laser modern, termasuk Thulium Fibre Laser yang mampu menghancurkan batu secara lebih efektif dan cepat.

  • Operasi Sayatan Minimal: Penanganan khusus untuk batu ginjal berukuran besar dengan teknik sayatan yang sangat kecil.

Pencegahan dan Evaluasi Metabolik Pascamenjalani Tindakan

Dr. Teguh menegaskan bahwa pasien tetap diwajibkan menjalani evaluasi metabolik setelah batu berhasil diangkat guna mendeteksi akar penyebab pembentukan batu. Langkah ini krusial untuk menekan tingginya angka kekambuhan.

Selain pengawasan medis, penerapan gaya hidup sehat menjadi kunci utama pencegahan jangka panjang. Beberapa kebiasaan penting yang wajib dilakukan meliputi:

  • Mencukupi Kebutuhan Cairan: Rajin mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari.

  • Menjaga Berat Badan Ideal: Menghindari risiko obesitas yang memicu gangguan metabolisme.

  • Membatasi Konsumsi Garam: Mengurangi asupan garam berlebih yang dapat memicu endapan mineral.

  • Menerapkan Pola Makan Seimbang: Mengonsumsi nutrisi yang baik untuk kesehatan ginjal dan saluran kemih.

Dengan kombinasi penanganan medis yang tepat serta komitmen menjaga perubahan gaya hidup, risiko batu saluran kemih untuk datang kembali dapat ditekankan seminimal mungkin, sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga dengan baik. (Red)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *