oleh

Merajut Prestasi Lewat Tatami, Wali Kota Batam Buka Open Karate Championship II 2026

-Pemko Batam-24 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Ajang pembinaan atlet usia dini dan senior di Kota Batam kembali bergeliat. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka turnamen Wali Kota Batam Open Karate Championship II Tahun 2026 yang bertempat di Nagoya Citywalk, Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (1/8/2026).

Kejuaraan yang menyedot perhatian ratusan penonton dan pecinta olahraga bela diri ini menjadi salah satu agenda strategis dalam mengukur sejauh mana efektivitas pembinaan atlet karate di Bumi Madani.

banner 336x280

Dalam sambutannya di hadapan para pengurus cabang olahraga, pelatih, wasit, dan kontingen atlet, Amsakar mengapresiasi tinggi sinergi yang terjalin antara Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Kepulauan Riau dan FORKI Kota Batam. Menurutnya, keberhasilan menggelar ajang ini hingga tahun kedua membuktikan adanya komitmen kuat dalam memajukan prestasi olahraga daerah.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya menyampaikan apresiasi kepada FORKI Kepri dan FORKI Kota Batam. Kejuaraan ini mampu diselenggarakan secara konsisten hingga tahun kedua, dan itu merupakan langkah positif bagi pembinaan atlet,” ungkap Amsakar.

Amsakar juga menguraikan pandangannya mengenai ekosistem keolahragaan yang ideal.

Ia menilai bahwa lahirnya seorang juara sejati tidak pernah terjadi secara kebetulan atau instan, melainkan melalui proses panjang yang didukung oleh empat pilar utama:

  1. Kompetisi Berkesinambungan: Ajang uji mental dan taktik bagi atlet setelah melewati masa latihan.

  2. Program Latihan Terukur: Kurikulum dan metode latihan yang jelas dan sesuai standar ilmu keolahragaan.

  3. Tata Kelola Organisasi Profesional: Manajemen yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan serta kemajuan atlet.

  4. Peran Pelatih yang Kondusif: Menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, disiplin, dan memotivasi atlet untuk berkembang.

Ia menegaskan, apabila salah satu dari keempat elemen tersebut diabaikan, maka jangan berharap prestasi gemilang dapat diraih di level yang lebih tinggi.

“Jangan berharap prestasi jika tidak ada kompetisi untuk mengasah kemampuan atlet, latihan tidak berjalan dengan baik, organisasi tidak dikelola secara profesional, dan pelatih tidak mampu menciptakan iklim pembinaan yang kondusif. Semua elemen harus bekerja bersama. Jika kompetisi terus dilaksanakan secara berkesinambungan, insyaallah akan lahir atlet-atlet yang siap bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

Amsakar berpesan agar seluruh pihak yang terlibat—mulai dari panitia, dewan juri, wasit, hingga para atlet—menjunjung tinggi integritas. Wasit diminta memimpin pertandingan secara adil tanpa intervensi, sementara para atlet diingatkan agar bertanding secara ksatria.

“Menjadi juara memang penting, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter dan kebersamaan. Nilai-nilai sportivitas dalam karate harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun Kota Batam yang kita cintai,” pesannya.

Pemukulan gong oleh Wali Kota Amsakar Achmad menjadi tanda dimulainya kejuaraan secara resmi. Pemerintah Kota Batam berharap turnamen ini tidak hanya menjadi wadah pencarian bibit atlet berprestasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda Batam yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *