oleh

Warga Binaan Diperiksa Kesehatan, Sinergi Pemkot dan Rutan Samarinda Diperkuat

-Nasional-5 Dilihat
banner 468x60

SAMARINDA, (SOROT1.ID) – Pemerintah Kota Samarinda bekerja sama dengan Rutan Kelas I Samarinda mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining tuberkulosis (TB), serta donor darah di Rutan Kelas I Samarinda, pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.

Saefuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Samarinda melalui Dinas Kesehatan dengan Rutan Kelas I Samarinda dalam meningkatkan layanan kesehatan, baik bagi petugas maupun warga binaan.

banner 336x280

“Alhamdulillah antusias pegawai maupun warga binaan sangat tinggi mengikuti kegiatan ini,” ujarnya saat diwawancarai.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga, sekaligus mendeteksi dini apabila ditemukan penyakit menular maupun penyakit kronis.

“Jika memang ditemukan penyakit menular, tentu akan dilakukan isolasi dan pengobatan sampai sembuh sebelum kembali bergabung dengan warga binaan lainnya,” jelasnya. Saefuddin berharap kolaborasi serupa tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Ia menilai masih banyak program kesehatan yang dapat dikerjakan bersama demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

“Ini baru langkah awal. Ke depan tentu akan kita evaluasi dan kita ramu lagi agar kegiatan seperti donor darah maupun pemeriksaan kesehatan bisa berjalan lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur (Kaltim), Endang Lintang Hardiman, mengapresiasi dukungan Pemkot Samarinda yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Samarinda, terutama Pak Wakil Wali Kota yang hadir langsung memberikan dukungan terhadap kegiatan ini,” ujarnya. Endang mengungkapkan antusiasme warga binaan sangat tinggi mengikuti pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, mereka ingin memastikan kondisi kesehatannya tetap baik selama menjalani masa pembinaan.

“Mereka ingin diperiksa dan dinyatakan sehat karena kesehatan itu sangat penting bagi mereka. Jika ditemukan kasus TB, biasanya langsung kami isolasi dan diobati hingga sembuh, baru kemudian kembali bergabung dengan warga binaan lainnya,” jelasnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, misalnya setiap tiga bulan sekali, sehingga kondisi kesehatan warga binaan dapat terus dipantau secara berkala.

“Dengan pemeriksaan rutin, kami ingin memastikan seluruh warga binaan berada dalam kondisi sehat selama menjalani pembinaan di dalam rutan,” imbuhnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan donor darah memiliki beberapa manfaat utama, yaitu:

  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan
  2. Mendeteksi dini penyakit menular atau kronis yang bisa membahayakan kesehatan
  3. Memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga selama menjalani masa pembinaan
  4. Membangun hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan

Selama kegiatan, berbagai langkah telah dilakukan, antara lain:

  1. Pemeriksaan kesehatan umum yang mencakup tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan lainnya
  2. Skrining TB menggunakan alat khusus untuk mendeteksi gejala awal
  3. Donor darah yang diikuti oleh para petugas dan warga binaan
  4. Edukasi kesehatan yang disampaikan oleh tenaga medis

Meskipun kegiatan ini berjalan lancar, masih ada tantangan yang perlu diperhatikan. Misalnya, keterbatasan sumber daya dan waktu. Namun, harapan besar diarahkan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai program rutin yang berkelanjutan.

  1. Meningkatkan partisipasi warga binaan dalam kegiatan kesehatan
  2. Memperluas cakupan layanan kesehatan yang tersedia
  3. Mengadakan pelatihan kesehatan bagi petugas rutan
  4. Melibatkan lebih banyak pihak swasta atau organisasi nirlaba dalam pendanaan kegiatan

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining TB, dan donor darah di Rutan Kelas I Samarinda merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Dengan adanya kolaborasi antara Pemkot Samarinda dan Rutan, diharapkan kondisi kesehatan warga binaan terus terpantau dan terjaga. Kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah dan lembaga pemasyarakatan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan. (Red)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *