KUALA LUMPUR, (SOROT1.ID) — Rangkaian Humane Economy Global Discourse (HEGD) 2026 resmi menuntaskan agenda dua harinya di Kuala Lumpur. Mengusung misi besar memulihkan sisi kemanusiaan dalam sistem keuangan dan pembangunan, forum perdana ini sukses mencuri perhatian internasional dengan mencatatkan kehadiran lebih dari 750 delegasi dari berbagai belahan dunia.
Upacara penutupan yang dilangsungkan hari ini dipimpin langsung oleh YB Senator Dr. Zulkifli Hasan, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama). Kehadiran tokoh-tokoh penting ini mempertegas urgensi transformasi ekonomi yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga berlandaskan etika, keadilan sosial, dan martabat manusia.
Antusiasme tinggi terlihat dari kapasitas peserta yang melampaui target awal. HEGD 2026 berhasil memfasilitasi dialog lintas negara dengan menghadirkan delegasi dan pembicara dari Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, India, Kamboja, hingga kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Forum ini menjadi salah satu panggung intelektual paling beragam tahun ini berkat kehadiran para pakar terkemuka dunia, di antaranya:
-
Prof. Dr. Jasser Auda (Cendekiawan Islam global)
-
Prof. Jeffrey D. Sachs (Tokoh ekonomi dan pembangunan berkelanjutan)
-
Prof. Dr. Jomo Kwame Sundaram (Pakar ekonomi pembangunan)
-
Prof. Tan Sri Dr. Osman Bakar (Tokoh Maal Hijrah 1448H/2026M)
Selama dua hari, forum diisi dengan agenda yang berorientasi pada hasil nyata melalui HEGD Ideas Lab, sidang pleno, hingga tiga jalur dialog paralel khusus yang membedah sektor Bisnis & Keuangan, Pemuda, dan Masyarakat Sipil. Seluruh rangkaian ini merumuskan solusi konkret atas tantangan global seperti tata kelola yang baik, keuangan sosial Islam, dan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Direktur HEGD 2026 sekaligus Ketua Forum Ekonomi Manusiawi (FEM), Prof. Dato’ Dr. Saadiah Mohamad, dalam pidato penutupannya menekankan bahwa forum ini adalah fondasi dari sebuah gerakan global jangka panjang.
“HEGD sejak awal tidak dirancang hanya sebagai konferensi biasa. Ini adalah sebuah gerakan yang berupaya menginspirasi perubahan mendasar dalam cara kita memandang kemajuan ekonomi,” tegas Prof. Saadiah.
Sebagai penutup rangkaian acara, forum secara resmi mengesahkan Resolusi HEGD 2026 tentang Ekonomi yang Manusiawi. Dokumen ini memuat rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah, korporasi, dan akademisi untuk mengintegrasikan nilai-nilai etika ke dalam ekosistem ekonomi masa depan.
Kesuksesan penyelenggaraan HEGD 2026 turut mengangkat reputasi Malaysia sebagai pusat gravitasi baru bagi diskursus ekonomi berbasis nilai di tingkat internasional. Pencapaian ini terwujud berkat sinergi kuat antara FEM dan mitra strategis utama seperti MAIWP, YAPEIM, Yayasan Hasanah, serta WTCKL, yang didukung penuh oleh berbagai institusi akademik dan media global.
Dengan berakhirnya forum di Kuala Lumpur, jejaring kolaborasi yang telah terbentuk diharapkan terus hidup dan menginspirasi lahirnya kebijakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di negara masing-masing peserta. (Ril/***)
Editor : Ramadhan














Komentar