JAKARTA, (SOROT1.ID) — Artis ternama Fairuz A Rafiq kini lebih memilih menghabiskan waktunya di dunia perfilman daripada menerima tawaran sinetron stripping. Alasan utamanya adalah untuk tidak melewatkan sedetik pun perkembangan anak-anaknya. Ia memahami betul perannya sebagai seorang ibu dan ingin selalu hadir dalam kehidupan ketiga putranya.
Fairuz menjelaskan bahwa jika ia terlibat dalam sinetron stripping, maka waktu yang dibutuhkan akan sangat panjang.
Ia harus berada di lokasi syuting setiap hari, bahkan hingga pagi hari. Hal ini membuatnya merasa tidak bisa memberikan perhatian penuh kepada keluarga.
“Kalau dari aku sendiri sih, aku memang sudah enggak mau ambil striping,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews di Podcast Si Paling Seleb dalam rangka promo film Anak-anak Bambu yang rilis 23 Juli 2026.
Menurut Fairuz, membintangi film memiliki jadwal yang lebih terarah dan terbatas waktu dibandingkan sinetron stripping.
Ia juga merasa kasihan dengan ketiga anaknya jika harus meninggalkan mereka untuk syuting sinetron.
“Karena kalau film itu jadwalnya jelas, terus tanggal-tanggalnya juga udah tahu kapan, terus nanti setelah itu promonya juga jelas kapan,” katanya.
Fairuz kembali dipertemukan dengan suaminya, Sonny Septian, dalam sebuah proyek layar lebar berjudul Anak-anak Bambu. Film drama keluarga garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo ini menjadi ajang bagi pasangan tersebut untuk beradu akting sebagai suami istri di layar lebar.
Dalam film tersebut, Fairuz memerankan karakter Bilqis, sementara Sonny berperan sebagai Baskara. Keduanya dikisahkan sebagai pasangan suami istri yang mengasuh anak-anak di Rumah Bambu Abah, sebuah tempat tinggal bagi puluhan anak yatim yang menjadi pusat cerita.
Film ini mengangkat tema keluarga, kasih sayang, harapan, dan perjuangan mempertahankan Rumah Bambu sebagai tempat bernaung bagi anak-anak.
Di balik kebersamaan mereka di depan kamera, Fairuz mengaku melihat sisi lain dari Sonny saat bekerja. Menurutnya, sang suami merupakan sosok yang sangat perfeksionis atau khawatir terhadap sesuatu hal.
“Sonny itu rasa khawatirnya itu besar, bisa dibilang aku nih perfeksionis, dia bisa dibilang di atasnya itu,” ungkap Fairuz saat menjadi bintang tamu dalam siniar eksklusif Si Paling Seleb di kantor Tribunnews, Palmerah, Jakarta Pusat.
Menurut Fairuz, sifat perfeksionis Sonny bahkan sudah terlihat sejak tahap reading. Sang suami begitu fokus mendalami naskah hingga lebih banyak menghabiskan waktu untuk terus membaca dan memahami setiap dialog serta karakter yang akan diperankannya.
“Dia tuh reading bisa sampai yang ini banget gitu,” bebernya.
“Ya itu di atasnya perfeksionis,” imbuh Fairuz.
Menanggapi penilaian sang istri, Sonny tak menampik dirinya memang terlihat terlalu serius selama proses reading. Namun, ia menjelaskan hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendalaman karakter agar dapat memahami sosok yang diperankannya secara utuh sebelum syuting dimulai.
“Kata dia gini ‘Reading mulu’, gapapa sayang biar kita dapat rasanya,” timpal aktor berusia 42 tahun itu.
Menurut Sonny, tahap reading merupakan momen penting untuk membangun emosi, memahami motivasi karakter, hingga menemukan cara penyampaian dialog yang tepat. Karena itu, ia memilih memanfaatkan waktu tersebut untuk terus membaca naskah dan mengeksplorasi setiap adegan.
“Aku memang gitu, aku akting aja serius apalagi menjalani hubungan,” ucapnya.
“Karena aku memang terbiasa begitu, dulu aku tuh sebelum mulai syuting-syuting aku memang sempat ikut-ikut teater, aku selalu fokus masuk ke karakter aku, pas udah masuk ke dialog enggak mau diajak ngobrol gitu,” ujar Sonny.
Sementara Fairuz juga mengungkapkan bahwa keseriusan Sonny dalam mendalami karakter tak berhenti di lokasi syuting maupun saat reading. Menurutnya, sang suami bahkan kerap membawa proses pendalaman karakter itu hingga ke rumah.
“Semua orang kalau di set sebenarnya begitu, tapi kalau kamu enggak, kamu sampai di rumah pun masih dibaca seharian,” tutur Fairuz. (Red)
Editor : Ramadhan










Komentar